Fitur:
GPRS Class 32, HSCSD, EDGE Class 32, 3G HSDPA, 3.6 Mbps, Bluetooth, A2DP, USB, SMS, MMS, Email, Instant Messaging, Browser WAP 2.0/xHTML, HTML, Games Java, kamera 3.15 MP, autofocus, video(VGA 15fps), flash, secondary videocall camera, Built-in GPS receiver, A-GPS function, Accelerometer rotation, Java MIDP 2.0, MP3/WMA/WAV/eAAC+ player, Stereo FM radio RDS, TV out, 3.5 mm audio output jack, Document viewer, T9, Photo editor, Card slot microSD (TransFlash), up to 16GB, 8GB included, applications, Push to talk, calendar, handsfree. Standard Battery, Li-Ion 1320 mAh(BL-5J).
Dalam paket penjualan Nokia 5800, pengguna akan mendapatkan :

Saat pertama kali memegang 5800, saya bisa mengatakan bahwa ponsel ini solid, casingnya presisi dan mantap untuk digenggam. Casingnya pun tampak tidak dibuat dengan bahan murahan.
Casing bagian depan menggunakan plastik mengkilat bermotif dasar marble, dan plastik belakang terlapisi cat doff halus bermotif. Saat penguji memegang layar, layar terasa keras (seperti HTC touch), dan hal ini mengindikasikan bahwa layar tidak akan cepat rusak.
Di atas layar, terdapat kamera VGA, tombol shortcut media yang bekerja dengan sentuhan, sensor cahaya, dan speaker telepon. Di bawah layar ditempatkan tiga tombol sederhana : yes-menu-no. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan 5800 hampir 99% diakses melalui touchscreen.
Di sekeliling layar, plastik bodi berbentuk agak menonjol, hal ini mungkin untuk menghindari gesekan pada layar saat ditempatkan di kantong celana atau diletakkan terbalik di meja.

Di sisi kanan terdapat 3 tombol, yaitu tombol volume, tombol geser keylock, dan shutter kamera. Di sisi kiri tidak terdapat tombol, hanya ada slot tertutup untuk simcard dan microSD, serta lubang kecil untuk memasang tali gantungan. Di samping kiri belakang, terdapat 2 speaker kecil terlindung dengan jaring stainless. Di sisi atas, terdapat slot tertutup untuk kabel data, jack handsfree, dan port charger.


Di sisi belakang ditempatkan lensa kamera 3,2 megapixel dari Carl-Zeiss dan 2 flash. Selain itu, di bawah terdapat stylus kecil. Stylus ini bisa dibilang mengecewakan, selain kecil, stylus ini terlalu ringan. Dan jika hilang, pengguna harus menebusnya di servis Nokia dengan uang Rp 200.000,-. Bukan jumlah yang sedikit untuk barang seperti itu.

Yang sedikit aneh dari ponsel ini adalah peletakan SIM card-nya. Untuk memasukkan SIM dapat dilakukan langsung dari kiri bodi, namun jika ingin mengeluarkannya, pengguna harus membuka baterai lalu menggeser SIM card dengan stylus agar keluar dari slotnya.
Desain 5800 terlihat cantik, lekukan-lekukan yang diberikan membuat 5800 terlihat manis dari berbagai sudut. Walaupun sedikit tebal dan bongsor bagi sebagian orang, 5800 nyaman digenggam, maupun digunakan. Touchscreen yang lebar membuat 5800 lebih nyaman digunakan daripada 5530.
Perlu diketahui sebelumnya, nokia membuat 5800 untuk menyaingi populasi iPhone, dan nokia 5800 dipersenjatai dengan fitur-fitur menggoda seperti XpressMusic labeled, GPS, Kamera 3,2MP Carl-Zeiss, Accelerometer, dan lain-lain.
Bermain di harga 2,7-2,9 juta (harga terakhir November 2009), nokia 5800 jelas menjadi competitor iPhone yang baik, namun belum dapat sejajar dengan iPhone. Nokia 5800 terus melaju tanpa saingan yang pasti.
Sony Ericsson memasang Xperia X1 di harga 4,7 juta, Samsung meluncurkan Tocco (F480) yang harganya masih 3 juta ke atas dan fiturnya terbatas, Motorola meluncurkan A3100 di harga 3,75 juta. Terlihat jelas, Nokia 5800 benar-benar sedang di jalur yang nyaman, tanpa saingan berat, dan memikat semua kalangan, baik professional maupun kaum leisure.
Booting Nokia 5800 sangat identik dengan symbian lainnya, dengan latar putih dan tulisan biru nokia menemani. Ketika sudah standby, akan terlihat 2 ikon di bawah, yaitu ikon untuk memunculkan keypad (untuk menelepon) dan buku telepon.
Ketika pengguna menyentuh nama profile/ tanggal, maka pengguna sudah dapat memilih profil, sangat mudah bukan? Begitu juga saar pengguna menyentuh jam, maka akan muncul submenu “clock”.
OK, saya kini menyentuh tombol putih di bawah layar untuk memunculkan menu. Menu 4 X 3 terpampang, ikonnya bernuansa symbian namun lebih luwes, hurufnya pun lebih enak dipandang. Oh, tetapi jika menu ini direncanakan untuk menyaingi menu iPhone, rasanya masih belum mampu, menu iphone lebih berseni, lebih menarik dan beda, sedangkan 5800 masih menggunakan cara konvensional (gambar surat untuk messaging dan sebagainya). Namun, lepas dari itu, saya memperhatikan layar 5800. Layarnya beresolusi tinggi dan sangat terasa, teduh, dan tidak vivid layaknya iPhone. Selain itu, tampilan menu ini masih terasa menarik dilihat, apalagi ketika memasuki folder Applications.
Nokia 5800 jga dilengkapi dengan accelerometer, sehingga pengguna dapat merubah penggunaan dari mode potrait/tegak ke landscape/tidur hanya dengan memiringkan handphone 180 derajat. Accelerometer juga bisa digunakan saat bermain game tertentu.
Sebelumnya, saya akan menceritakan tentang touchscreen-nya. Firmware handphone bawaan yang diuji adalah v21. Touchscreen yang dimiliki 5800 bisa dibilang responsif. Walaupun tanpa menggunakan stylus, navigasi menu bisa dilakukan dengan nyaman. Beberapa orang mengeluhkan kualitas touchscreen handphone ini, dan saya sempat meragukannya juga, namun ketika sudah dicoba, semua keraguan terhapuskan, kini saya tahu mengapa handphone ini bisa menjadi salah satu best seller nokia di sepanjang tahun 2009.
Berbicara tentang touchscreen, tidak klop apabila tidak membahas masalah mengetik SMS. Ya, bagaimana input nokia 5800? Nokia 5800 menyediakan 4 macam inputan, antara lain alphanumeric keypad (layar menjadi seperti handphone biasa dengan keypad yang besar-besar), half QWERTY (layar tetap vertical, ada keyboard QWERTY berukuran mini), Full QWERTY (layar otomatis berubah horizontal, muncul keyboard QWERTY virtual seukuran layar), Handwriting (mendeteksi tulisan tangan pengguna satu per satu).

Nah, dari semua inputan di atas, yang saya rasa tidak diperlukan adalah half QWERTY, karena selain keyboardnya terlalu kecil, sehingga harus memakai stylus, proses pengetikan juga akan menjadi lambat, mengingat QWERTY seharusnya diketik dengan dua tangan. Yang paling nyaman adalah alphanumeric dan full QWERTYnya. Alphanumeric yang disediakan berukuran besar2, dan responsnya pun baik, sehingga SMS bisa dilakukan dengan nyaman. Full QWERTYnya pun tak kalah mempesona, namun jika alphanumeric bisa dioperasikan dengan jari, Full QWERTY harus dengan sedikit kuku, karena jika menggunakan jari akan sering terjadi salah pengetikan.

Handwriting recognition-nya tak kalah baik, tulisan dapat terdeteksi dengan cepat dan tepat, juga untuk menghapus, cukup goreskan stylus dari kanan ke kiri, dan untuk membuat spasi, goreskan dari kiri ke kanan.
Semua pengontrolan dilakukan melalui touchscreen layar, tanpa perlu menekan tombol lainnya. Ketika saya memberikan “penghalang” bagi touchscreen nokia 5800, berupa screenguard antispy dan silikon yang memiliki penutup layar, touchscreen 5800 masih terasa nyaman, walau sedikit memantul karena karet silikon yang melindungi layar.
Bagaimana dengan browsing? Browser bawaan nokia 5800 cukup cepat, namun saya lebih menyarankan menggunakan opera mini 5 karena pengoperasiannya sungguh menyenangkan.
Di dalam folder Internet, saya melihat ada ikon facebook dan myspace, tetapi semuanya hanya bohong belaka, keduanya hanya link, bukan aplikasi tambahan, jika pengguna menyentuhnya, maka akan otomatis browser bawaan terbuka menuju facebook atau myspace itu sendiri.
Saya mencoba browser dengan 2 koneksi, GPRS dan WiFi. Kemampuan GPRS saya merasa sudah cukup cepat, terutama menggunakan opera mini, karena tingkat kompresinya lebih tinggi, sehingga dengan opera mini halaman web dapat dibuka lebih cepat. Ketika menggunakan WiFi dengan browser bawaan, saya tidak menemui kendala, perjalanan mengarungi dunia maya berlangsung nyaman sampai selesai, tidak ada lag, tidak ada hang dan sebagainya.
Mengenai performa musik, sebnarnya 5800 seharusnya bisa memainkan musik dengan baik karena sudah dilabeli XpressMusic. Dan memang, performa music 5800 terasa. Ketika disambungkan ke speaker aktif, suara yang keluar terasa nyaman, sesuai dengan lagu aslinya, tidak ada kelebihan treble atau bass. Efek echo dan efek instrumen dapat diproduksi dengan baik.
Suara yang diberikan nokia 5800 terdengar clean, setiap suara terdengar jelas, dan ini mengingatkan saya pada satu gadget, iPod. Suara 5800 hampir sama seperti iPod, clean dan tidak menyentak, tidak meprioritaskan bass dan background juga, tetapi berkualitas. Suara vokal selalu terdengar jelas, dan tidak pernah ada suara yang pecah. Power suara tidak terlampau tinggi, dan efek background sound seperti synth dan strings tidak dapat terdengar dengan cukup baik. Namun begitu, “Viva Forever” dari spice girls bisa terdengar dengan nyaman saat pengujian.
Namun, jika pengguna mengharapkan ponsel yang dapat memainkan music kompleks dengan baik, 5800 bukan pilihan yang cukup tepat, lebih baik ke arah walkman. Pada intinya, suara 5800 adalah suara yang bersih, semua vokal jelas, semua instrumen jelas, namun background tidak terlalu baik, dan bass tidak terlalu keluar dan menyebar. Nokia 5800 memiliki equalizer, dan pengguna bisa menambahkan setting sendiri. Sayangnya 5800 tidak menyediakan visualization, juga theme. Sehingga, tampilan music player 5800 terasa sedikit membosankan.
Untuk pengaturan lagu, serupa dengan Symbian sebelumnya, pengguna dapat melihat berdasar artis, album, dan sebagainya. Pengguna juga bisa membuat playlist sendiri. Selama pengetesan, nokia 5800 dipakai menyetel music 12 jam dan tidak ada error sama sekali. Namun baterai berkurang sampai 70%-80%. Bagaimana dengan speaker ponsel? Spekaer ponsel memproduksi suara dengan baik, bersih dan jelas, tidak melengking, dan yang penting, tidak pecah sampai volume maksimal.
Intinya, sepakernya bagus, merupakan suatu kualitas XpressMusic yang patut dipertahankan. Dan saya juga senang karena suaranya nyaman didengar, dan seluruh lagu dapat dimainkan dengan baik.
Lepas dari musik, saya akan membahas tentang kamera. Dibekali lensa carl zeiss, saya berharap 5800 dapat memotret dengan baik layaknya nokia N73. Lalu, bagaimana kualitasnya? Jika saya katakan, kualitasnya biasa. Warna cenderung kurang keluar. Namun, hasilnya tajam, bahkan mode macro untuk memotret catatan bertulisan kecil dapat berfungsi dengan baik. Tentunya, dengan kondisi cahaya cukup.

Saat memotret di luar ruangan, tidak perlu dilakukan banyak pengaturan, hasilnya sudah tajam dan cukup baik. Namun ketika dipakai di dalam ruangan, saya sarankan untuk mengeset ke mode vivid, agar warnanya lebih keluar. Ketika dipakai untuk memotret close-up dalam ruangan, fokus cenderung mudah, namun untuk menghasilkan warna yang baik, tetap harus menggunakan colour mode vivid.


Kemudian, menyangkut flash, saya merasa bahwa flash di nokia 5800 cukup berfungsi baik. Flash membantu saat memotret di tempat yang kekurangan cahaya. Flash nokia 5800 menghasilkan gambar yang sewarna dengan aslinya, pantulannya berwarna putih, tidak kekuningan sama sekali, dan tidak menghasilkan pantulan yang mengganggu. Flash pada nokia 5800 memiliki 4 opsi: on-off-auto-red eye reduction.
Nokia 5800 mempunyai kamera depan yang dapat difungsikan untuk memotret juga, sehingga kita dapat memotret diri sendiri dengan mudah. Hasilnya sangat mirip dengan N73, berbintik namun hasilnya cukup baik di kondisi cukup cahaya. Bagaimana respons shutter kamera? Respons shutter kamera 5800 bisa dibilang cepat, pemfokusan dan penyimpanan berlangsung kurang dari 4 detik. Untuk perekam video, ada settingan colour tone, flash, dan resolusi. Resolusi terbaik adalah widescreen, dan flash bisa dinyalakan terus untuk membantu merekam dalam kondisi minim cahaya. Hasil rekaman video tampak halus, tetapi dalam beberapa detik terlihat ada colour change (warna yang salah), tetapi software segera memperbaikinya dengan cepat, hal itu terjadi dalam perekaman indoor, ketika digunakan untuk outdoor, tidak ada kendala sama sekali.
Untuk masalah GPS, 5800 benar-benar tampil mengesankan, di berbagai titik GPS dapat mengunci posisi dengan cepat. Kurang dari 1 menit pengguna sudah dapat mengetahui koordinat di mana pengguna berada, dan langsung menampilkannnya di peta Indonesia yang sudah ter-install.
Masalah aplikasi, 5800 sudah dibekali dengan 2 kamus, yaitu Inggris-Inggris dan Inggris-Mandarin, serta beberapa game, antara lain Bounce Tales (dapat dimainkan dengan accelerometer), Guitar Rock, DJ Mix Tour, Asphalt 4, Racing Thunder (dapat dimainkan dengan accelerometer), dan aplikasi lain seperti Real Player, IM, dan Mail for Exchange.
Masalah sinyal, nokia 5800 yang memiliki letak antena agak unik, yakni di bawah, mempunyai daya tangkap sinyal yang cukup bagus, mengalahkan Blackberry Javelin dan Nokia E51 di titik mati sinyal. Namun begitu, ketika kehilangan sinyal, proses searching pada manual mode terasa agak lama. Ketika dipakai menelepon, suara terdengar nyaman, tanpa ada gangguan sedikitpun, apalagi ketika menggunakan handsfree bawaan.
Sebagai kompetitior iphone, yang walau pada akhirnya berbeda kelas, nokia 5800 sungguh sangat tangguh. Berikut kelebihan dan kelemahannnya secara ringkas.
Kelebihan :
Kelemahan :
Begitulah kiranya, Nokia 5800 adalah sebuah market leader yang baik, melengkapi segala kebutuhan para penikmat gadget dan pengguna ponsel di Indonesia. Walaupun memiliki beberapa kelemahan, saya rasa tidak ada yang perlu diragukan untuk membeli ponsel ini, kecuali pengguna sangat mementingkan kamera atau anti dengan touchscreen. Sekian, dan sampai jumpa di review berikutnya. Salam.
Sebelum me-review gadget, baca dulu panduannya dengan spesifikasi ala darimata.com
Berikan Komentar: